Minggu, 24 Maret 2019

Hari TB Sedunia (HTBS) 2019

Setiap tanggal 24 Maret diperigati hari Tuberkulosis Sedunia secara global. Tanggal saat pertama kali Robert Koch menemukan bakteri TBC (Mycobacterium tuberculosis) dijadikan kesempatan untuk mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis. Seluruh lapisan masyarakat dingatkan kembali bahwa TBC masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia yang menyebabkan banyak kematian di berbagai negara. 

Dengan mengambil tema peringatan HTBS tahun 2019 “Saatnya Indonesia Bebas TBC, mulai dari saya” diharapkan dapat menggerakkan hati setiap orang untuk menyadari bahwa eliminasi TBC bukan hanyatanggung jawab sektor kesehatan tetapi tanggung jawab setiap individu yang ada baik sehat maupun sakit.

Penyebarluasan informasi tentang TBC kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan
kepedulian untuk mencegah penularan TBC salah satunya melalui gerakan penggunaan masker bila ada yang menderita batuk dan segera memeriksakan diri untuk memastikan diri sendiri dan atau keluarganya mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan TBC yang tepat dan berkualitas.  

Mengapa TBC perlu dieliminasi
  1. TBC menular. Arus globalisasi transportasi dan migrasi penduduk antar  negara membuat TBC menjadi ancaman serius
  2. Pengobatan TBC tidak mudah dan murah
  3. TBC yang tidak ditangani hingga tuntas menyebabkan resistensi obat 4. TBC menular dengan mudah, yakni melalui udara yang berpotensi menyebar di lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, dan tempat umum lainnya.

TOSS TBC dimulai dari saya
Setiap orang bisa berperan dalam pengendalian TBC dengan memulainya dengan cara Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Setiap orang bisa turut aktif mengedukasi, menemukan kasus TBC atau berinisiatif melakukan pemeriksaan ke Puskesmas bila mempunyai gejala TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar