Rabu, 27 Mei 2020

Pedoman Tatalaksana COVID-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kemenkes dan Profesi Kedokteran



TIM PENYUSUN

Penanggung Jawab
Doni Monardo


Pengarah Bambang Wibowo Wiku Adisasmito Akmal Taher
Tri Hesty Widyastoeti




Tim Penyusun Ade Firmansyah Adityo Susilo Afiatin
Agus Dwi Susanto Alfan Mahdi N. Anis Karuniawati Anwar Santoso Andi Adil
Ari Kusuma Januarto Arto Yuwono Soeroto Aryati
Bambang Pujo Semedi
Budi Sampurna
Budi Yullianto Sarim Budi Wiweko Christrijogi Sumartono Cleopas M. Rumende
Ceva Wicaksono Pitoyo
Dafsah Arifa Juzar Diah Handayani Eddy Harijanto
Edy Rizal Wahyudi
Eka Ginanjar
Erlina Burhan
Erwin Astha Triyono Fahmi Agnesha Faisal Muchtar
Fajar Perdana
Fathiyah Isbaniah



Fera Ibrahim
Navy G..H Lolong
Wulung
Harsini
Isman Firdaus
Isngadi
I wayan Sudarsa Jacub Pandekali Jane R Sugiri Prasenohadi
Rafidya Indah Septica Ratih Kumala Fajar Ratna Sitompul Ristiawan Muji L.
Rudy Hidayat Sally A Nasution Sahudi Soedarsono Sudirman Katu Syafri Kamsul Arif Taufiq Agus S.
Tri Juli Edi Tarigan Triya Damayanti Vally Wulani
Wiwien Heru Wiyono
Zubairi Djoerban
Tim COVID-19 IDAI


Editor
Shela Rachmayanti
Yudi Reza Phallaphi
Konsorsium Pelayanan Kesehatan RI:
Nani H Widodo
Witha Nasution


Desain Cover
Yudi Reza Phallaphi



Hak cipta dilindungi Undang-Undang


Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan dalam bentuk apapun tanpa seijin penulis dan penerbit.



Diterbitkan bersama oleh:


Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia(PERKI) Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Persatuan Ahli Bedah Umum Indonesia (PABI)
Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium (PDS PatKLin) Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI)
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Pusat (PDSRI) Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI)



Jakarta, Mei 2020


Kata Pengantar

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19



Puji syukur diucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya penyusunan Pedoman Tata Laksana COVID-19 dapat diselesaikan. Pedoman ini merupakan living document yang memuat alur dan tatalaksana untuk COVID-19 di fasilitas kesehatan lanjutan.
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, kita harus senantiasa bersatu dalam segala aspek terutama tenaga medis yang menjadi ujung tombak pelayanan COVID-19. Pedoman ini dibuat untuk menyempurnakan dan menjadi landasan tatalaksana pasien COVID-19 di fasilitas kesehatan lanjutan. Pedoman ini juga merupakan respons tepat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Penyebaran virus dan penambahan korban jiwa yang cepat terus menjadi fokus seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah Indonesia. Dengan adanya pedoman ini diharapkan agar dapat meningkatkan semangat juang dan moril para petugas medis di garda terdepan.
Pedoman ini dapat berubah dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan penyakit dan

situasi terkini. Kami berharap agar seluruh lapisan masyrakat, para pemangku kepentingan, para ahli, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat mencerminkan semangat gotong royong dan semangat bela Negara demi memerangi COVID-19.


Salam Tangguh!





Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19







Letnan Jenderal TNI Doni Monardo


Kata Pengantar
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkah dan karuniaNya
Pedoman Tata Laksana COVID-19 dapat disusun.
Tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Indonesia kemudian menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan sehingga memerlukan upaya komprehensif dalam penatalaksanaan kasus dan upaya memutus rantai penularan.
Pemerintah telah menetapkan Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit Darurat serta
mendorong rumah sakit lain yang mampu dan berkomitmen untuk membantu meningkatkan cakupan pelayanan COVID-19. Pemerintah juga terus mendorong dan memfasilitasi peningkatan kemampuan Puskesmas, laboratorium rujukan, serta laboratorium jejaring rujukan dalam rangka memperkuat upaya pelayanan COVID-19. Fasilitas pelayanan kesehatan dalam situasi pandemi tetap harus memperhatikan mutu dan keselamatan pasien, sehingga diperlukan adanya pedoman. Pedoman ini juga mencakup peran perubahan teknis pelayanan dan konsultasi medis non-COVID-19 pada masa pandemi, sehingga dapat menjadi landasan untuk senantiasa memberikan mutu layanan terbaik bagi fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Pedoman tatalaksana ini disusun dengan mengakomodir perubahan dari setiap profesi
sesuai dengan perkembangan ilmu pada bidangnya sehingga dapat menjadi acuan bagi seluruh dokter dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan lain dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh profesi yang telah bersatu padu dan bahu membahu membuat pedoman ini, dan tidak lupa saya sampaikan penghargaan yang tinggi untuk seluruh sejawat dokter dan tenaga kesehatan untuk dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas di masa pandemi COVID-19. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan menghadapi Pandemi COVID-19 dan apa yang kita lakukan bersama
menjadi amal ibadah kita.




Mari bersatu lawan COVID



Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan

Bambang Wibowo


Pedoman Tata Laksana COVID-19 di Indonesia

7 Mei 2020




Pendahuluan

Pedoman  tatalaksana  pelayanan  yang  bersifat  multidisiplin  ini  dibuat  untuk memudahkan tenaga medis yang berada di garda terdepan untuk mengakses infromasi  terkait  penanganan  COVID-19  terbaru  di  Indonesia.  Pedoman    ini disusun  atas  prakarsa  perhimpunan  profesi  kedokteran  untuk  peningkatan pelayanan COVID-19 dan ditujukan untuk tenaga kesehatan baik dokter dan perawat di Rumah Sakit Darurat dan Rumah Sakit Rujukan COVID-19. Tatalaksana  pelayanan yang disusun dalam pedoman ini bersifat dinamis dan dapat    diperbaharui    sesuai    dengan    perkembangan    penyakit    COVID-19. Oleh sebab   itu, diharapkan tenaga medis yang bertugas di lapangan dapat melakukan pengecekan secara berkala agar dapat mengetahui perkembangan
informasi terbaru dari para ahli.



1.  Definisi kasus yang digunakan dalam pelayanan COVID-19 di Indonesia mengacu pada  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi ke-4.
2.  Protokol skrining dan triase pasien dengan kecurigaan COVID -19 di fasilitas pelayanan  kesehatan primer, klinik,  instalasi gawat darurat rumah sakit, dan tempat umum dapat diakses disini
3. Pada  kondisi  terbatasnya  modalitas  penegakan  diagnosis  laboratorium penanganan COVID-19, pendekatan berbasis kesehatan masyarakat   dapat mengacu pada  Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Gugus Tugas COVID-19.


4.  Keselamatan tenaga medis menjadi perhatian utama dalam pelayanan COVID-

19. Penggunaan APD sesuai standar harus didasari dari tingkat risiko tindakan medis yang akan dilakukan. Informasi terkait hal ini dapat dilihat pada  Petunjuk Teknis Alat Pelindung Diri Kementerian Kesehatan
5.  Penegakan diagnosis COVID-19 dilakukan dengan holistik dan  komprehensif

melalui  anamnesis, pemeriksaan  fisik,  dan  pemeriksaan  penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain:
a.  Pemeriksaan laboratorium, pedoman lengkap pemeriksaan laboratorium

dapat dilihat disini

b.  Pemeriksaan mikrobiologi, pedoman lengkap pemeriksaan mikrobiologi dapat dilihat disini
c.  Pemeriksaan radiologi, pedoman lengkap pemeriksaan radiologi dapat dilihat pada Pemeriksaan Radiologi pada Pandemi COVID-19
6.  Panduan tatalaksana pada pasien yang belum terkonfirmasi COVID-19, pasien terkonfirmasi COVID-19, pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan komorbid, dan pasien anak-neonatus dapat diakses pada Protokol Tata Laksana COVID-19
7.  Dalam masa pandemi COVID-19, pelayanan konsultasi dan tindakan medis harus disesuaikan agar mengurangi rantai penularan COVID-19. Berikut adalah pedoman pelaksanaan konsultasi dan tindakan medis:
a.  Konsultasi dan tindakan medis bidang  obstetri-ginekologi b.  Konsultasi dan tindakan medis bidang  bedah
c.  Konsultasi     dan     tindakan    medis     bidang     telinga,     hidung    dan tenggorok (THT-KL)
d.  Pada kondisi tertentu yang membutuhkan tindakan bantuan pernapasan,

panduan trakeostomi dapat dilihat disini


e.  Pada pasien dengan keganasan di daerah kepala leher, pedoman terkait dapat dilihat disini
f.   Konsultasi dan tindakan medis bidang  mata

g.  Konsultasi dan tindakan medis bidang  urologi

8. Penanganan perioperatif pada pasien COVID  -19 yang akan menjalani pembedahan agar aman bagi tenaga medis (anestesi) dapat dilihat  disini
9. Jenazah pasien ODP, PDP, dan terkonfirmasi COVID-19 diberlakukan sesuai dengan kewaspadaan umum. Pedoman Lengkap Penanganan Jenazah COVID-19 dapat dilihat di: Pencegahan Penularan COVID-19 dan Perlindungan Masyarakat Penanganan Jenazah COVID-19 atau Jenazah PDP yang Menunggu Hasil Lab RT- PCR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar